Schreuder dan Lindu Aji Juara Umum

SEMARANG – Sasana Schreuder Kota Salatiga, tampil sebagai juara umum bersama Tim Pengkab WI Lindu Aji Kabupaten Semarang, ketika kedua tim sama-sama mengoleksi tiga medali emas, dalam Kejurprov Wushu Sanda kategori senior, yang berakhir Minggu (31/5), di Lapangan Tennis Indoor Gelora Jatidiri, Semarang.

Sedangkan juara umum ketegori junior dan pra-junior dipegang Schreuder, dengan raihan enam medali emas, dua perak dan dua perunggu.

Sukses Lindu Aji tak lepas dari tiga atletnya , yang menghuni Pelatda Jateng untuk periapan Pra- PON, yaitu Yusuf Widiyanto (Kelas 56 Kg senior putra), M. Bagus Hanafi (60Kg putra) dan Puja Riyaya (70Kg). Mereka menang mudah atas lawan-lawannya.

Di final, Bagus menumbangkan Andika Putra (Naga Hitam Sat Brimob Kota Semarang), setelah lawannya cabut diri di ronde pertama, Demikian pula Puja Riyaya hanya butuh sepuluh detik untuk menjatuhkan Firdaus Alfianto (Naga Hitam Sat Brimob Semrang) hingga cabut diri.

Sedangkan atlet Schreuder yang berjaya di final, diantaranya atlet Pelatda Pra-PON, Septiana Naumy, yang menumbangkan Lara Gumelar Pambudi (WI Klaten) di kelas 52 kg senior putri, serta atlet pelatda lainnya Yusuf Susilo, yang menaklukkan Galung Bayu Aji Kuncoro (Kendal), di kelas 65 kg senior putra

Meteor Baru

Pelatih Schreuder , Hermansyah Monginsidi, mengatakan , Schreuder memiliki program regenerasi atlet yang berkesinambungan. Kedisiplinan dalam latihan merupakan kunci keberhasilan timnya. “Kuncinya kerja keras dalam latihan. Apalagi sekarang sejumlah atlet senior berada di Pelatda, sehingga memiliki peluang untuk menambah jam terbang di level nasional,” kata Mongin.

Sementara itu Ketua Harian Pengprov WI Jateng, Sudarsono, menambahkan, pihaknya memiliki beberapa catatan yang perlu dievaluasi. Misalnya ada atlet Pelatda Pra-PON di kelas 52 kg senior putra, karena sesuatu hal, tak mengikuti kejurprov ini. Namun di kelas ini ada meteor baru, yaitu M Ichsan (Bara Satria), yang tampil sebagai juara di kejurprov.

“Pascaeven ini kami akan evaluasi lagi, apakah memang Ichsan layak dipertimbangkan masuk pelatda atau tidak,” katanya. Kecuali itu, kata dia, dalam kejurprov ini sejumlah atlet Pelatda Pra-PON, khususnya putri, naik satu kelas diatasnya. Meskipun demikian, mereka mampu menunjukkan prestasinya. “Itu juga menjadi bahan evaluasi kami. Prinsipnya, kami akan mencari atlet yang ideal di kelasnya,” katanya.

“Pascaeven ini kami akan evaluasi lagi, apakah memang Ichsan layak dipertimbangkan masuk pelatda atau tidak,” katanya. Kecuali itu, kata dia, dalam kejurprov ini sejumlah atlet Pelatda Pra-PON, khususnya putri, naik satu kelas diatasnya. Meskipun demikian, mereka mampu menunjukkan prestasinya. “Itu juga menjadi bahan evaluasi kami. Prinsipnya, kami akan mencari atlet yang ideal di kelasnya,” katanya.

Sumber: Wawasan, Senin 1 Juni 2015

DA