Administrasi Kependudukan Atlet Disiapkan

SIDOMUKTI -Menjelang pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 20 Oktober ini, KONI mengawasi setiap cabang olahraga yang menjalani pemusatan latihan (TC). Para pengurus datang langsung ke lokasi latihan guna memotivasi atlet untuk meraih medali di Porprov nanti.

Ketua KONI Salatiga Dance Ishak Palit mengatakan, saat ini para atlet menjalani TC sentralisasi. KONI juga membentuk tim monitoring dan evaluasi untuk mengawasi cabang-cabang olahraga yang menggelar pelatihan terpusat itu. ”Kami ingin tahu perkembangan atlet di sisa waktu Porprov ini.

Diharapkan mereka memiliki motivasi tinggi untuk meraih medali. Sekaligus mengetahui kekurangan apa untuk dibenahi di sisa waktu yang ada ini,” katanya. Menurut Dance, puncak penampilan atlet diharapkan terjadi pada saat Porprov nanti.

Dengan begitu, target-target medali yang dibebankan kepada para atlet bisa tercapai. ”Kontingen Salatiga berkekuatan 190 atlet. Mereka kami target bisa membawa pulang sedikitnya 35 medali emas. Kami tidak memikirkan peringkat berapa nanti, terpenting raihan medali itu tercapai. Target 35 medali emas meningkat dibanding capaian Porprov 2013 yaitu 30 emas,” ucapnya. Tak kalah penting, dan mendesak, lanjut Dance, mempersiapkan administrasi kependudukan para atlet. Sebab, lalu lintas atlet Porprov antardaerah terkadang belum disiapkan administrasi kependudukan seperti KTP elektronik yang menunjukkan atlet yang bersangkutan merupakan warga daerah yang dibela nanti. ”Persoalan administrasi ini kalau tidak diberesi sekarang akan mengganggu menjelang pertandingan. Bisa saja daerah lain mempermasalahkan status kependudukan atlet kita. Oleh karena itu mulia sekarang sudah kami siapkan itu,” tuturnya.

Dijelaskan, persoalan administrasi kependudukan atlet ini hampir dialami seluruh daerah peserta Porprov. Diakuinya, sistem KTP elektronik ini menyulitkan KONI dalam mengurus status KTP yang baru. Sebab prosedur kepindahan memakan waktu lama, sedangkan Porprov tinggal beberapa hari lagi. ”Terpenting ada surat pengantar dari pemerintah daerah asal bahwa atlet tersebut pindah ke daerah baru. Mekanisme ini juga sudah disepakati dalam pertemuan antar ketua KONI daerah dalam persiapan Porprov di Solo, lalu,” tandasnya.

Sumber: Suara Merdeka (Selasa, 2 Oktober 2018)

DA